Showing posts with label pameran pemerintah daerah. Show all posts
Showing posts with label pameran pemerintah daerah. Show all posts

Saturday, June 18, 2016

Hari Pangan Sedunia 2015

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan World Food Day melalui Resolusi PBB No. 1/1979 di Roma Italia, dimana dipilih tanggal 16 Oktober yang bertepatan dengan terbentuknya FAO. Sejak saat itu disepakati bahwa mulai tahun 1981, seluruh negara anggota FAO termasuk Indonesia memperingati HPS secara Nasional pada setiap tahun. Penyelenggaraan HPS di Indonesia dijadikan momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-35 tahun 2015 di DI. Yogyakarta diselenggarakan oleh BKPP (Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan) Pemda D.I. Yogyakarta,  selama 3 hari berturut-turut (4 - 6 September 2015) pada Pkl. 09.00 - 16.30 WIB setiap harinya, kegiatan ini berlangsung di Halaman STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) di Jln. Kusumanegara No. 2 Yogyakarta. dibuka secara resmi dengan ditandai pemukulan gong oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Jumát tanggal 4 September 2015 di AULA  STTP DIY  di jalan Kusumanegara No.2  tampak Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Daerah Istimewa Yogyakarta mendampingi.

Selain pameran, acara ini juga diisi dengan kegiatan lomba, bazzar dan seminar yang diikuti oleh instansi - instansi pemerintah pusat, dinas - dinas terkait di daerah Yogyakarta dan sektor-sektor usaha kecil dan menengah dan kelompok - kelompk tani dari seluruh kabupaten di daerah Yogyakarta.

Pameran yang bertema : “Penganekaragaman Pangan Pilar Menuju Kedaulatan Pangan” ini dibuka oleh Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan dalam sambutan dan pembukaannya, Gubernur DIY mengkilas balik dan mengingatkan mengenai kegiatan peringatan hari pangan sedunia ini merupakan pencanangan oleh organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa yaitu FAO (Food and Agricultural Organization) pada Tahun 1979 yang kemudian diperingati setiap tahunnya hingga sekarang, tema hari pangan sedunia yang berlaku secara lokal dan nasional yaitu bertujuan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, memutus siklus kemiskinan, mengatasi rawan pangan dan rentan terhadap kemiskinan serta merupakan sebagai program perlindungan sosial dan masyarakat atas pangan.

Lebih lanjut Gubernur D.I. Yogyakarta menambahkan bahwa penganekaragaman pangan juga bertujuan untuk mencegah degeneratif pada generasi - generasi yang berada di Indonesia, salah satunya ialah melalui kegiatan pengembangan pada tanaman umbi-umbian contoh : singkong, ubi jalar, bengkoang, kentang, dsb., dalam rangka mempercepat terwujudnya tema penganekaragaman pangan ini Gubernur D.I. Yogyakarta Hamengkubuwono X menambahkan bahwasanya hal ini telah didukung secara kuat oleh hukum dan peraturan melalui dikeluarkannya Peraturan Presiden, Peraturan Menteri Pertanian maupun Peraturan Gubernur yang terkait dengan pangan.
Dalam penutupnya Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan bahwa pameran ini sebagai momen yang tepat untuk mendukung terwujudnya program kedaulatan pangan – penganekaragaman pangan dan pameran ini dapat menjadi wadah dan sarana sebagai peran serta dan dukungan masyarakat untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang khas Indonesia

Foto bersama dengan para penerima penghargaan dilanjutkan dengan meninjau kegiatan lomba cipta menu tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta berbasis pada kearifan lokal, dimana menu yang diciptakan dengan memodifikasi/menggunakan resep makanan khas daerah  yakni menu utama yang terdiri dari sumber karbohidrat,protein,vitamin dan mineral yang disesuaikan dengan prinsip Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman.
Beliau  mengapresiasi hasil karya ibu-ibu bahkan meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan para peserta lomba  yang membuat mereka begitu senang ,bangga mendapat kunjungan Gubernur DIY terlebih setelah diajak bincang-bincang tentang menu ciptaannya. Bila hal tersebut bisa terus ditumbuh kembangkan maka  harapan kita menjadi kenyataan bahwa pangan lokal semakin dicintai dan banyak dikonsumsi bahkan menjadi idola dinegeri tercinta ini.






Monday, June 13, 2016

Pameran Hasil Karya Perempuan

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY menggelar pameran hasil karya perempuan. Kegiatan yang berlangsung di Balai Utari Jalan Laksda Adisucipto berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (05-07/09/2014). Karya perempuan dalam kegiatan ini dipamerkan dalam 45 stand pameran yang disediakan oleh Rico Promotion Service, mitra pameran dan dekorasi.

"BPPM DIY terus berkomitmen dan konsisten dalam upaya pemberdayaan masyarakat terutama perempuan, beberapa bidang yang mendapatkan perhatian khusus adalah bidang politik, bidang sosial budaya serta bidang ekonomi", demikian yang diakatakan Kabid Pengembangan Partisipasi Perempuan (PPP) BPPM DIY Sri Hartati dalam pembukaan pameran, Jumat (05/09/2014). "Pameran ini merupakan salah satu langkah kami dalam hal pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi. Selama ini kami telah melakukan pendampingan terhadap lebih dari 5.000 perempuan di 45 desa/kelurahan di seluruh Yogyakarta. Hal ini kami ambil sebagai bentuk upaya pengentasan kemiskinan," katanya. 

Sri Hartanti menambahkan, perempuan kini sudah banyak yang berperan aktif dalam hal mendukung kesejahteraan keluarga. Bahkan tidak jarang usaha mereka yang berawal dari industri rumahan, kini telah berkembang pesat. BPPM kini juga terus berupaya melakukan pendampingan bagi perempuan-perempuan yang sedang mulai usaha. "Selama ini rata-rata usaha mereka masih bergerak di bidang wirausaha dan masih sebatas industri rumahan. Mengenai produk juga sebatas olahan pangan. Ketika kami melakukan pendampingan, ternyata perempuan juga banyak yang kreatif," ujarnya. 
Rico Promotion Service, mitra pameran dan dekorasi selalu siap membantu penyelenggaraan pameran bagi promosi usaha Anda dalam pembuatan Booth event, Desain Booth event, event rental booth, event Checklist Booth, jasa pembuatan display booth pameran untuk kebutuhan promosi produk dan jasa maupun branding perusahaan Anda.

Info lebih lanjut untuk pemesanan silahkan hubungi:
Rico Promotion Service
No telp / Handphone : 0274 451330 / 0818261667
Email : ricopakarpameran@gmail.com
ricopakarpameran.blogspot.com


Tuesday, June 7, 2016

Kriya Jogja Menembus Batas

Pengembangkan potensi industri daerah perlu diupayakan, dengan menggali budaya dan karya putra – putri daerah. Pengembangan budaya daerah melalui pameran hasil  kriya atau kerajinan masyarakat Kota Yogyakarta dilakukan sebagai salah satu upaya memelihara dan melindungi aset bangsa, agar kita dapat mewujudkan pembangunan yang lebih berbudaya guna memupuk jati diri bangsa.

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)  termasuk industri kerajinan  atau industri kriya di Kota Yogyakarta mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Beberapa produk industri kreatif, seperti kerajinan kulit, kerajinan anyaman, dan beberapa kerajinan lainnya mengalami peningkat permintaan pasar. Beberapa produk UMKM telah mampu menembus batas pasar,  bukan hanya di tingkat Nasional tetapi juga menembus pasar ekspor.

Yogyakarta sebagai salah satu icon kota budaya memiliki banyak potensi sumber daya luar biasa yang harus terus dipelihara dan dikembangkan. Pengembangan budaya melalui hasil karya putra – putri daerah dan peningkatan kualitas produksi perlu terus dilakukan. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Perindagkoptan Kota Yogyakarta kembali menyelenggarakan pameran mandiri yang ke 11 kalinya bertempat di Atrium Utama Malioboro Mall Yogyakarta.

Penyelenggaraan Pameran “ Kriya Jogja Menembus Batas ” yang dilaksanakan pada tanggal 4 – 8 Mei 2016 di Atrium Malioboro Mall,  Jalan Malioboro Yogyakarta, ini menunjukkan bahwa karya pelaku anggota Dekranasda Kota Yogyakarta sangat berkembang. Pameran “ Kriya Jogja menembus batas “  diikuti oleh 34 UMKM  dari 300 anggota Dekranasda Kota Yogyakarta. Bukan hanya dalam hal jumlah tetapi juga dalam hal kualitas produk. 

Pameran ini menampilkan hasil karya pelaku UMKM Kota Yogyakarta yang dikelompokkan berdasarkan komoditi meliputi:
  • INDUSTRI FASHION DAN KONVEKSI
  • INDUSTRI BERBAGAI ANYAMAN
  • INDUSTRI KULIT
  • INDUSTRI LOGAM
  • INDUSTRI KERAJINAN
Produk tersebut perlu ditampilkan kepada masyarakat untuk memberi jawab bahwa anggota Dekranasda Kota Yogyakarta siap menyambut persaingan bisnis tingkat Asia.



FESTIVAL JAJANAN PASAR KOTA YOGYAKARTA 2015

Yogyakarta selain dikenal sebagai kota pelajar dan kota budaya, kota ini dikenal memilki kuliner jajanan pasar yang beragam. Jajanan pasar khas jogja tersebut ada yang memang asli yogyakarta, namun juga ada beberapa jajanan pasar yang umum kita temui di pasar –pasar tradisional di kota lain.  Untuk Jogja, surga jajanan pasar di Indonesia sendiri disebut – sebut berada di banyak pasar tradisional termasuk di pasar Beringharjo.

Jajanan pasar Indonesia memang sangat banyak dan beraneka ragam, belum lagi keunikannya. Hal inilah yang memberikan nilai lebih karena melalui jajanan dan makanan kuliner inilah budaya Indonesia pantas untuk dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Yogyakarta terkenal dengan jajanan pasarnya bukan hanya di pasar tradisional namun juga di beberapa tempat lainnya.  Jika anda sedang berada di Jogja dan ingin menikmati aneka kuliner ringan di pagi hari, maka salah satu tempat yang cocok dikunjungi  adalah Trotoar Jalan Magelang.  Lokasi ini  berdekatan dengan Kampus UGM maupun Tugu Yogyakarta. Jajanan pasar perlu dikenalkan kepada anak – anak. Selama ini anak-anak sekolah lebih mengenal makanan siap saji yang di sajikan oleh pedagang di setiap sekolah. Untuk itu perlu di sosialisasikan ke sekolah agar menyajikan makanan tradisional sebagai salah satu menu jajanan di kantin sekolah.

Jenis jajanan pasar Yogyakarta sangat banyak. Banyak jenis jajanan pasar  seperti  Cenil, Thiwul, Gethuk atau Apem.  Selain itu juga ada Klepon, Jemblem maupun Pethulo.  Bagi anak-anak jaman sekarang, nama-nama tersebut mungkin asing di telinga mereka. Jenis jajanan ini sudah susah ditemukan. Kalaupun masih ada, mungkin hanya bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional tertentu saja.

Mengingat jajanan pasar yang merupakan bagian dari budaya Yogyakarta yang perlu terus dipertahankan keberadaannya maka Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindagkoptan Kota Yogyakarta pada tahun 2014 ini menyelenggarakan Festival Jajanan Pasar dan Demo pembuatan makanan tradisional khas Kota Yogyakarta.

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Yogyakarta ke 67, Rico Promotion Service mendapat kepercayaan mempersiapkan fasilitas FESTIVAL JAJANAN PASAR KOTA YOGYAKARTA DAN DEMO PEMBUATAN MAKANAN TRADISIONAL KHAS YOGYAKARTA.

Festival Jajanan pasar dan demo pembuatan makanan tradisional khas Yogyakarta ini  berlangsung pada tanggal  4 dan  5  Juni 2014, di Monumen Serangan Oemoem 1  Maret Jl.  Jend. A. Yani Yogyakarta terbuka untuk umum mulai pukul 10.00 wib  sampai dengan pukul 17.00 wib.

Rico Promotion Service Dan Hari Pangan Sedunia 2014

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan World Food Day melalui Resolusi PBB No. 1/1979 di Roma Italia, dimana dipilih tanggal 16 Oktober yang bertepatan dengan terbentuknya FAO. Sejak saat itu disepakati bahwa mulai tahun 1981, seluruh negara anggota FAO termasuk Indonesia memperingati HPS secara Nasional pada setiap tahun. Penyelenggaraan HPS di Indonesia dijadikan momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Rico Promotion Service kembali mendapat keparcayaan mempesiapkan fasilitas Puncak Acara Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-34 Tahun 2014, Jumat (05/09/2014) digelar di Gedung Serbaguna Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STTP) JalanKusumanegara Yogyakarta. Rangkaian acara digelar hingga 7 September, dan dimeriahkan dengan pameran dan bazar produk tanaman pangan lokal dari berbagai wilayah di DIY.

Tema  Hari  Pangan  Sedunia (HPS)  adalah "  Refleksi Pembangunan Pangan Berbasis  Sumberdaya  Lokal Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) “

Pameran ini dibuka oleh kepala BKPP Pemda DI. Yogyakarta yang sebelumnya pameran ini direncanakan dibuka oleh Gubernur DIY, namun berhalangan hadir. Produk-produk pangan yang ditampilkan dalam pameran/bazaar kali ini merupakan produk yang aman (bebas dari bahan berbahaya) dan diutamakan non terigu, karena pameran/bazaar ini merupakan sosialisasi pengembangan produk pangan lokal yang ada di daerah.

Dalam pameran ini juga diadakan pemilihan stand terbaik, adapun aspek yang menjadi dasar penilaian diantaranya, yaitu : kebersihan, kerapian, dsb. dengan hadiah Trophy dan uang pembinaan sebesar : Juara I : 500.000,-, Juara II : 400.000,- dan Juara III : 300.000,

Saat membacakan amanat Gubernur DIY, Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY Arofa Noor Indrianimenjelaskan  World Food Day ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan stakeholder terhadap penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik untuk masyarakat Yogya maupun dunia.
"Pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar, karena itu penyediaan sumber daya pangan lokal yang mencukupi menggunakan teknologi modern menurutnya harus terus diupayakan. Hal ini merupakan tantangan yang harus mendapatkan prioritas," tandasnya.
Peningkatan produksi pangan, lanjut Arofa  harus selalu dilakukan, agar ketergantungan terhadap bahan pangan impor dapat dikurangi. Konsep ketahanan harus semacam juga harus diupayakan juga dengan memperbaiki distribusi pangan dan meningkatkan konsumsi pangan masyarakat. "Produksi tidak hanya beras namun dapat berupa semua produk tanaman pangan, dengan mengutamakan swasembada," imbuhnya.

Pameran dan bazar HPS Ke-34 Tahun 2014 diikuti oleh  50 unit stand yang meliputi Instansi  pemangku kepentingan pembangunan ketahanan pangan BKPP DIY, BPTP Yogyakarta,STPP Yogyakarta, Dinas Pertanian DIY,Dinas Kehutanan dan Perkebunan DY, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindagkop dan UKM DIY, Balai Besar POM DIY (2 stand), Dinas Kesehatan DIY, UPT-BPPTK LIPI, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, PSPG/PKMT UGM, AMTA/ APTA Yogyakarta, BULOG Divre DIY, KTNA DIY,HKTI DIY,AKK Yogyakarta, COKRO TELO Cake, Mrica Singkong Resto, OMAHE BAKPIA, TP PKK DIY, Dharma Wanita Persatuan DIY, MIDES Bantul, dll.

Friday, May 20, 2016

Hari Pangan Sedunia 2009

RICO PROMOTION SERVICE mendapat kepercayaan dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY mengadakan fasilitas Pameran dan Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-29 kali ini dipusatkan di Komplek Wisata Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Propinsi DI Yogyakarta pada tanggal 12 Oktober 2009. Peringatan kali ini mengambil tema Achieving food security in time of crises (Memantapkan ketahanan pangan nasional mengantisipasi krisis global) sebagai respon terhadap situasi dunia yang sedang mengalami krisis ekonomi dan pemanasan global baik pada tingkat nasional maupun dunia. Acara dibuka oleh Menteri Pertanian RI, Dr. Anton Apriantono, mewakili Presiden RI. Hadir dalam acara ini beberapa duta besar negara sahabat, organisasi internasional, gubernur, dan undangan VIP, di antaranya:
  1. Gubernur DI Yogyakarta
  2. Gubernur Jawa Tengah 
  3. Gubernur Kalimantan Barat 
  4. Gubernur Sulawesi Selatan 
  5. Wakil Gubernur Kalimantan Timur 
  6. Wakil Ketua MPR RI 
  7. Duta Besar Slovakia 
  8. Duta Besar Pakistan (C.D.A) 
  9. Deputy Mission Kedutaan Arab Saudi 
  10. Koordinator UN Resident 
  11. Kepala Perwakilan FAO di Indonesia 
  12. Kepala Perwakilan UNIDO di Indonesia
Dalam sambutannya Menteri Pertanian RI menegaskan bahwa, "Ditengah krisis dan perubahan iklim global, mengurangi ketergantungan pada pangan pokok beras akan dapat memantapkan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Gubernur dan Bupati/walikota di seluruh Indonesia diharapkan mengambil langkah-langkah nyata mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan". Terbitnya Peraturan Presiden No.22 thn.2009 tentang kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal adalah langkah penting menuju ketahanan pangan berkelanjutan dan pengembangan kualitas manusia Indonesia yang prima. 
Beberapa bupati/walikota peserta pameran di Agro Expo juga berkesempatan mengikuti acara peringatan tersebut. Diperkirakan lebih dari 5 ribu orang membanjiri arena acara puncak Hari Pangan Sedunia ke-29 ini. Untuk Acara dimeriahkan, oleh kesenian tarian tradisional keraton Ngayogyakarto Hadiningrat dan gunungan kakung yang dibuat dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu dalam acara juga dilakukan pemecahan rekor MURI "Makan Gethuk Singkong" untuk 5 ribu orang dalam satu tempat. Peringatan HPS ke-29 dilaksanakan, Gelar Teknologi Pertanian (12 Oktober 2009), Lomba Cipta Menu Nusantara (12 Oktober 2009) dan Agro Expo (12 sampai dengan 15 Oktober 2009).


http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html